4 Dalil Terkait Hukum Judi Online Menurut Islam yang Harus Diketahui

bandarqq – Hukum judi online menurut Islam adalah haram. Hal ini berlandaskan pada dalil yang membahas perihal perjudian. Ada alasan kuat mengapa perjudian diharamkan dalam agama Islam. Lantas kegiatan semacam apa saja yang tergolong dalam perjudian?

Judi bukanlah hal asing di kalangan masyarakat. Tindak perjudian telah lama dilakukan. Bahkan aplikasi perjudian telah dilakukan sejak zaman jahiliyah. 

Judi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah permainan yang menggunakan uang atau barang berharga sebagai barang taruhan. Seperti yang kerap dijumpai dalam permainan dadu dan kartu. 

Sementara dalam bahasa Arab, judi disebut dengan maysir yang berarti mudah atau gampang. Hal ini dikarenakan pelaku perjudian memperoleh dan kehilangan harta dengan cara yang mudah. Maysir juga bermakna pembagian dan pemotongan. Definisi ini merujuk pada kebiasaan masyarakat jahiliyah yang berjudi dengan menyembelih onta lalu dagingnya dibagikan sesuai dengan kemenangan yang diraih.

 

Hukum Judi, Khamr, Berkurban untuk Berhala dan Mengundi Nasib dalam QS. Al Maidah

Dalil pertama perihal perjudian dari sudut pandang Islam adalah QS. Al Maidah ayat 90. Dalam ayat ini bukan hanya perjudian yang disinggung, namun juga khamr, berkurban untuk berhala, dan hukum mengundi nasib.

Kamr merupakan minuman memabukkan yang menyebabkan hilang akal jika diminum. Seseorang yang meminum khamr beraktivitas dan berbicara tanpa menggunakan akal. Bahkan, sama halnya dengan judi, khamr kerap kali mengundang perbuatan jahat. 

Hal lain yang disinggung adalah berkurban untuk berhala yang pada dasarnya merupakan bentuk beribadah terhadap berhala. Tindakan ini mempunyai ketetapan hukum yang sama dengan judi bandarqq, meminum khamr, dan mengundi nasib. Yaitu haram hukumnya dan dapat mendatangkan dosa besar jika dilakukan.

 

QS. Fathir Ayat 6: Judi Merupakan Amalan Setan 

Selain mengharamkan judi, Allah SWT telah menjelaskan dalam firmannya bahwa judi merupakan perbuatan setan. Segala perbuatan setan mempunyai hukum yang sama, yaitu haram. Jika dikerjakan, perbuatan setan yang termasuk di dalamnya adalah judi hanya akan membawa manusi pada kesesatan. 

Allah SWT bahkan dengan terang-terangan memperingatkan bahwa setan merupakan musuh bagi manusia. Seperti halnya pada QS. Fathir ayat 6. Pada ayat ini Allah menekankah bahwa syaitan mengajak golonganny supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. Maka sudah jelas, seseorang yang nekat melakukan perjudian hanya akan mendapatkan ganjaran berupa neraka.

 

QS. Al A’raf: Setan Merupakan Musuh Terbesar Bagi Manusia

Menyambung penjelasan pada ayat sebelumnya, Allah telah menekankan pada surat Al A’raf ayat 21 dan 27 bahwa setan adalah musuh terbesar bagi manusia. Selain menjerumuskan manusia pada perjudian, setan juga menyesatkan manusia melalui khamr, mengundi nasib, menyembah berhala dan amalan setan lainnya.

Suatu perbuatan yang jelas-jelas merupakan perbuatan setan alangkah baiknya jika dihindari. Dengan menghindari perbuatan setan yang diharamkan oleh agama dapat melindungi seseorang dari dosa besar.

 

Judi Disebut dengan Rijs 

Judi juga disebut sebagai rijs yang artinya najis. Selain menyebut rijs dalam QS. Al Hajj ayat 30, Allah juga menyebutkan ar rujz yang berarti dosa, dan segala hal yang mengandung bahaya pada QS. Al Mudatsir ayat 5.

Melalui dalil di atas, telah jelas bahwa Islam menggolongkan judi sebagai perbuatan setan yang haram hukumnya. Jika sudah memahami perbuatan setan haram hukumnya, suatu kewajiban untuk meninggalkannya supaya selamat dunia dan akhirat. Sebab perbuatan yang haram jika dikerjakan akan mendatangkan dosa bagi pelakunya. 

Hukum ini tidak hanya berlaku untuk bentuk judi konvensional seperti remi ataupun togel. Namun juga judi online yang kian marak di era yang semakin canggih ini. Judi poker online,  judi bola dan segala jenis permainan yang menggunakan taruhan uang ataupun barang berharga seperti mobil, rumah, dan perhiasan untuk menentukan nasib seseorang mempunyai hukum yang sama di mata Islam. Yaitu haram. 

Selain mendatangkan dosa, judi juga sering kali memicu perbuatan keji lainnya. Seperti tindak pencurian, perampokan, hingga pertikaian antar masyarakat. Menimbang banyaknya hal buruk yang diakibatkan oleh judi, membentengi diri dan menghindari judi adalah langkah bijak yang dapat kita lakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *